Dendang Krinok Meriahkan Hari Jadi Jambi



Tobiework Photography/Ilustrasi

Tampil beda dan unik. Itulah kesan yang ingin ditampilkan dalam pertunjukan malam budaya Jambi memperingati hari jadi Provinsi Jambi yang ke 55 yang akan diselenggarakan di Gedung Olah Seni, Kotabaru, Sabtu (7/1) malam besok sekitar pukul 19.30.

“Ini adalah pertunjukkan yang betul-betul unik dan menunjukkan identitas Jambi. Kesenian dari setiap daerah yang ada di Jambi akan ditampilkan di sini,” ujar Pimpinan Produksi, Yoga Julestama, saat menggelar jumpa pers dengan wartawan di Kantor Sekertariat Dewan Kesenian Jambi, Rabu (4/1) kemarin.

Yoga menambahkan, pertunjukkan yang akan mengambil tema Uniquley of Swarnabhumi “Keagungan Melayu Jambi” itu juga turut melibatkan sedikitnya 215 orang pendukung acara terbaik yang dimiliki Provinsi Jambi.

“Para maestro seni tradisi Jambi serta para musisi Jambi yang saat ini tengah mengambil studi di luar Jambi juga kita panggil untuk turut berpartisipasi dalam acara ini,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sutradara Pertunjukan, Tom Ibnur. Tom Ibnur sendiri merupakan nama yang sudah tidak asing lagi bagi Jambi kalangan pelaku seni di Indonesia.  Menurutnya, pertunjukan kali ini merupakan pertunjukan yang berbeda dari apa yang pernah ada di Jambi.

“Pertunjukan ini merupakan pertunjukan yang digali dari sebuah riset yang terkait erat dengan pelestarian kebudayaan Jambi dengan melibatkan dua kota dan sembilan kabupaten yang ada. Ini adalah pertunjukan yang sarat dengan keunikan dan identitas budaya,” terangnya.

Menurutnya, pertunjukan ini sebagai ungkapan jati diri dan kekayaan tradisi yang dimiliki sekaligus menantang jaman atas sebuah usaha untuk pelestarian seni budaya. Dan yang juga tak kalah pentingnya adalah menjadi sikap dan daya kreatif para penurus untuk mempertahankan dan mengolahnya menjadi khasanah baru dalam perubahan jaman yang tak terelakkan.

Pertunjukan itu sendiri kata Tom, akan diisi oleh delapan alur pertunjukan. Dendang Krinok, Kuau dan Senandung Jolo merupakan pertunjukan pertama yang akan membawa penonton menyelami kebudayaan Jambi dengan segala keunikannya.

Dendang Krinok, Kuau dan Senandung Jolo sendiri kata Tom merupakan sebuah pertunjukan yang berisi jalinan pantun dan syair yang didendangkan. “Tiga musik vokal ini merupakan sebuah keunikan dalam kehidupan tradisi yang sampai saat ini masih saja berlangsung,” jelasnya.

Yang lebih menarik lagi, paduan dari tiga alunan dendang itu akan dimainkan oleh tiga sesepuh yang berasal dari tiga kawasan yang berjauhan tetapi melantunkannya bersama-sama.

“Kalau di industri musik ada tiga diva, Jambi juga punya tiga diva “sepuh” yaitu Rena yang didatangkan dari Desa Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Jumilah dari Desa Pulau Aro Kabupaten Merangin, dan Maryam yang didatangkan dari Desa Tanjung Kumpeh Hilir Kabupaten Muaro Jambi,” imbuhnya.

Selain pertunjukan di atas, Tari Kain Kromong, Rentak Zapin Dana Yadah dan, Krinok Fusion, Lukah Gilo, Swarnabhumi, Tari Marcok, dan Finale juga akan turut dipertontonkan.

Tom menambahkan, pada pertunjukan Krinok Fusion, komposisi musik yang ditampilkan merupakan ungkapan jaman yang berjalan. “Perubahan tak dapat dielakkan, keinginan jaman pun tak mungkin terhindari, namun tradisi mesti harus dipertahankan.

Oleh karena itu Wiro A Sani, tokoh musik kebanggaan masyarakat Jambi bersama dengan musisi muda akan menunjukkan kepiawaiannya menjalin tradisi dalam kemasan masa kini,” ungkapnya.

Penulis : wahyu
Sumber : Tribun Jambi

Keyword: , , , , , ,



Artikel Berkaitan:

Leave a Reply

Copyright © 2010 JTC

Design by Indonesiawebsolusi.com