Kerajinan Pulau Betung Terancam Punah



MUARABULIAN - Kerajinan ukiran kayu Pulau Betung Kabupaten Batanghari yang terkenal sampai ke luar negeri terancam punah. Ukiran kayu yang dulu menjadi ikon Batanghari itu semakin sepi pembeli.

Beberapa pengrajin yang masih tersisa sangat mengharapkan bantuan pemerintah memberi solusi agar usaha kerajinan itu bisa bangkit kembali. Desain-desain baru untuk menarik perhatian pembeli sudah dilakukan, namun tetap saja sepi.

Wakil Bupati Batanghari, Sinwan, tidak ingin kerajinan Pulau Betung hilang begitu saja. Ia ingin kerajinan ini tetap hidup. Karena itu Sinwan memerintahkan kepada disperindagkop segera mengirim tim ke Pulau Betung untuk berkoordinasi dengan pengrajin guna menyelamatkan usaha kerajinan tersebut.

Kepala Disperindagkop Batanghari, M Rizal, mengaku sudah memanggil pimpinan pengrajin Pulau Betung, Mubarak, dan menurunkan tim ke Pulau Betung untuk mengevaluasi langkah-langkah ke depan.

“Mubarak sudah saya panggil. Kami juga menurunkan tim kesana guna mengevaluasi permasalahan dan mengambil langkah-langkah baru, agar usaha itu kembali mendapat tempat di hati konsumen,” ujar Rizal.

Di samping itu, setiap even pameran, baik provinsi, nasional maupun internasional, ukiran kayu Pulau Betung dipamerkan. Sudah barang tentu ukiran-ukiran tersebut berdasarkan evaluasi yang diterapkan kepada pengrajin, khususnya masalah desain baru.

Beberapa pengrajin akan dikirim ke Jakarta untuk mendapat pelatihan desain agar dapat meningkatkan mutu dan kualitas. Mereka akan didampingi oleh petugas dari disperindagkop.

Pihak Disperindagkop juga sudah berkonsultasi dengan Dekranasda Batanghari pimpinan Hj Sofia Joesoef Fattah, agar ukiran Pulau Betung diberikan tempat tersendiri untuk pameran. Tujuannya supaya masyarakat luar yang datang ke Batanghari bisa melihat langsung berbagai macam bentuk ukiran tanpa datang ke Pulau Betung.

“Dekranasda Batanghari akan membangun galeri lengkap untuk memajangkan hasil-hasil ukiran Pulau Betung. Galeri juga menyediakan tempat-tempat pemasaran berbagai macam makanan khas Batanghari, rest area dan parkir yang luas. Rencananya galeri dibangun di depan Pasar Kramat Tinggi,” ungkap Rizal.

Rizal berharap berbagai usaha pemerintah untuk mengangkat kembali pamor usaha kerajinan kayu Pulau Betung, agar dapat berjalan sesuai harapan pengrajin dan masyarakat, serta menjadikan usaha kerajinan itu kembali menjadi ikon Batanghari. (infojambi.com/ADE)

Sumber : infojambi.com

Keyword: , , ,



Artikel Berkaitan:

Leave a Reply

Copyright © 2010 JTC

Design by Indonesiawebsolusi.com