Songket Jambi Mulai Dari Rp. 1,2 Juta



Menjadi Pengrajin sekaligus penjual songket khas Jambi, tidak mudah dilakukan. Selain harga yang diberikan relatif mahal, pembuatan satu set kain songket membutuhkan waktu yang juga relatif lama. Namun, Susilawati tetap berupaya melestarikan songket Jambi di Galeri miliknya.
Menjadi seorang pengrajin songket khas Jambi, memang tidak mudah. Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh Susilawati, pemilik galeri Susi Songket. Ada banyak kendala yang ia hadapi dalam melaksanakan bisnisnya.
Salah satunya adalah lama pembuatan songket yang memakan waktu hingga lebih dari dua bulan. “Proses pembuatannya juga cukup sulit,” katanya. Alasan inilah yang kemudian menjadikan harga songket ini mahal.
Susi juga masih menggunakan alat tradisional guna menenun kain songket. “Saya juga masih mencari teknologi untuk lebih memudahkan pengrajin untuk menenun songket,” terangnya.
Susi menjual kain songket dalam satu det, lengkap dengan kain dan selendang. Tidak hanya songket Jambi, Susi juga menyediakan songket asli Palembang. Namun, harga songket asal palembang memang lebih murah dibandingkan dengan Songket Jambi.
Songket Palembang diharga paling murah Rp 500 ribu. Sedangkan songket asli Jambi paling murah di harga Rp 1,2 juta. “Pernah saya menjual songket Jambi seharga Rp 3,5 juta,” katanya.
Susi mengakui, maksimal ia dapat memproduksi kain songket dalam satu bulan hanya sebanyak 10 set. Jadi, tidak heran ada konsumen yang rela mengantri hingga 8 bulan guna mendapatkan satu set songket khas Jambi dari galeri Susi.
Susi mengatakan, harga songket dipengaruhi dengan beberapa fasktor, diantaranya lidi motif yang digunakan, bahan baku dan kerumitan tenun yang dilakukan. “Kesemua benang tenun yang digunakan adalah sutera, hanya saja kualitasnya berbeda-beda,” katanya.
Saat ini, Susi tengah mengembangkan songket tenun yang terdiri dari satu benang. “Tapi belum jadi,” katanya. Semakin sedikit jumlah benang yang digunakan, maka hasil songket akan semakin ringan dan halus, harganya pun dapat dipastikan akan lebih mahal.
Untuk songket khas Jambi, kata Susi, ia membuat dengan dua benang. Songket Jambi dengan 3 benang harganya lebih murah. “Saya juga mengembangkan songket dengan motif dari sulaman,” tandasnya. [Suci Idealin, JTC]

Keyword: , , , , , ,



Artikel Berkaitan:

Leave a Reply

Copyright © 2010 JTC

Design by Indonesiawebsolusi.com