Usai ke Berhala Yuk Lanjutkan ke Pulau Telur



Pulau Telur. Tentu ada sebab mengapa pulau Berhala yang jadi rebutan antara pemrop Jambi dan Kepri ini disebut demikian. Ya, karena memang di sinilah penyu senang bertelur.

Kepala desa Pulau Berhala, Encik Syarif mengatakan pulau itu sering menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Jumlahnya memang tidak tentu, tetapi ketika musim timur tiba, setidaknya setiap hari ada lima sampai enam penyu yang naik ke pantai itu untuk bertelur.

“Kalau setiap musim timur, penyu selalu bertelur di pulau itu. Makanya dinamakan pulau Telur. Warga disini juga sering ambil telurnya,” kata Syarief kepada Tribun.

Pulau itu tidak berpenghuni. Warga hanya datang ke sana untuk mencari kayu dan telur penyu saja.

Menurut cerita warga, sekeliling pulau ini memiliki pantai yang lebih cantik. Hampir semua sisi pulau memiliki eksotiseme tersendiri dengan karatkter yang mirip seperti pulau Berhala. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya lima menit saja dari pulau Berhala.

Bahkan dari Berhala, hamparan batu-batu tampak begitu indah. Akan tetapi, perlu ekstra hati-hati untuk sampai ke pulau ini karena ombak sewaktu-waktu siap menghempaskan pompon yang kita tumpangi.

Di pulau ini menurut Syarif, banyak terumbu karang yang sangat bagus untuk aktivitas penyeleman. Jenis iklannya juga macam-macam. “Saya tidak tahu nama-nama ikan. Tetapi yang jelas, di sini memang memiliki potensi laut yang bagus. Mau mancing, dibanyak ikan. Mau nyelam, di sini launya bagus. Tidak kalahlah dengan daerah-daerah lain,” ujarnya.

Syarif mengaku tidak mengetahui apa alasan terjadinya perebutan oleh pemerintah Jambi. Namun menurutnya, potensi bahari itulah yang menjadi salah satu alasannya. Pemerintah kabupaten Lingga pun harus rela mengadakan Lingga Fidhing Fetival di pulau ini, padahal sebelumnya kegiatan tahunan tersebut selalu dilaksanakan di pulau Berhala yang berada di bagian timur kabupen Lingga.

“Saya dengar, pemerintah Jambi memang mau buat acara di sini. Tapi pemkab Lingga mendengar informasi itu, terus lomba memancingnya di pindah ke sini. Itu memang sebelum ada kabar tentang penetapan Berhala masuk ke Jambi,” ujar seorang warga. Memang pulau ini tidak masuk dalam peta kunjungan wisata pemkab Lingga maupun pemprop Kepri.

Sementara, pemkab Tanjabtim dan pemprop Jambi memang memasukkan Berhala dalam peta wisatanya. Mereka cukup gencar mempromosikan keindahan panorama alam pulau tersebut melalui website. Selain daerah kunjungan wisata bahari, pemerintah Jambi juga memasukkan Berhala ke dalam wisata religi dengan obyek makam Paduka Berhalo.

Jika memang potensi wisata yang menjadi incaran dari kedua pemerintahan itu, ada baiknya belajar pada pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan pemprop Jawa Tengah terkait Brobudur. Secara geografis dan adminstratif, Brobudur terletak di kabupaten Magelang propinsi Jateng. Tetapi wisatawan hendak berkunjung candi yang dibangun pada masa pemerintahan Seilendra ini harus melewati Yogyakarta. Dari Yogja, perjalanan hanya ditempuh satu jam saja.

“Kalau memang mau membangun Berhala, kan bisa sama-sama membangun. Hasilnya dibagi bersama sama. Itu pasti lebih menguntungkan dari pada harus saling klaim-mengklaim seperti sekarang. Malah buat bingung saja,” ujar warga lainnya ketika berbincang dalam perjalan pulang menuju Daik.

Sumber : Tribun Batam

Keyword: , , , ,



Artikel Berkaitan:

Leave a Reply

Copyright © 2010 JTC

Design by Indonesiawebsolusi.com